Basement II Pasar Raya Padang Masih Sepi, Wali Kota Fadly Amran Tegaskan Kewajiban Pedagang Pindah
Pemerintah Kota Padang terus berupaya melakukan penataan kawasan Pasar Raya sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang tertib, bersih, dan nyaman. Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara tegas menyatakan bahwa tidak akan ada lagi toleransi bagi para pedagang yang hingga saat ini masih bertahan berjualan di luar area yang telah ditentukan. Kebijakan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa seluruh pedagang menempati Basement II Pasar Raya yang telah direnovasi dan disiapkan pemerintah sebagai tempat relokasi resmi.
Ketegasan tersebut disampaikan Fadly Amran menyusul masih adanya fenomena pedagang yang "kucing-kucingan" dengan petugas dan enggan berpindah ke lokasi baru. Kondisi ini dinilai sebagai faktor utama yang menyebabkan operasional Basement II belum berjalan maksimal. Fadly menekankan bahwa jika sebagian pedagang berada di dalam dan sebagian lainnya masih berjualan di luar, maka ekosistem pasar tidak akan terbentuk dengan baik. Hal ini mengakibatkan pembeli cenderung enggan masuk ke area basement karena menganggap pasar masih berada di titik-titik lama di luar gedung.
"Kalau masih ada sebagian di dalam dan sebagian di luar, tentu akan terjadi sepinya pasar yang di dalam. Jadi, ini akan kita pastikan supaya pedagang yang layak tempat di dalam semuanya masuk. Kami tidak akan memberikan toleransi lagi bagi mereka yang masih membandel berjualan di luar lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah," ujar Fadly Amran saat meninjau situasi pasar pada Selasa (3/11/2026).
Langkah tegas ini akan didukung penuh oleh Dinas Perdagangan Kota Padang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sinergi antar instansi ini dilakukan untuk melakukan pengawasan ketat sekaligus penertiban secara berkelanjutan di kawasan Pasar Raya. Fadly optimistis bahwa ketika seluruh pedagang sudah berpindah ke lokasi yang sama, kepadatan pembeli akan kembali normal. Menurutnya, pusat keramaian harus dipusatkan di satu titik agar pembeli merasa nyaman dan memiliki pilihan barang yang lengkap di satu area yang telah tertata.
Selain fokus pada relokasi, Pemerintah Kota Padang juga tengah melakukan pembenahan infrastruktur pendukung. Akses jalan di sekitar kawasan Pasar Raya kini sedang dalam proses perbaikan. Beberapa ruas jalan yang dianggap tidak mendukung estetika atau menghambat alur distribusi barang akan dibongkar dan diperbaiki. Proyek penataan ini bertujuan untuk memperindah wajah pasar sekaligus memudahkan akses masuk bagi warga Kota Padang yang ingin berbelanja.
Di sisi lain, potret di lapangan menunjukkan bahwa transisi ini memang tidak mudah. Berdasarkan pantauan pada Rabu (28/10/2026), area Basement II Blok II sebenarnya sudah mulai dihuni oleh para pedagang komoditas pokok, terutama penjual buah-buahan dan sayuran. Fasilitas penunjang seperti tangga akses tengah diperbaiki, dan sistem sirkulasi udara juga telah ditingkatkan dengan pemasangan kipas angin di berbagai titik dinding guna mengurangi suhu panas di dalam basement.
Namun, realita yang dihadapi pedagang yang sudah pindah cukup menantang. Rosnida (51), seorang pedagang bengkoang yang telah mengikuti aturan pemerintah untuk menempati kios di basement sejak sepekan lalu, mengakui bahwa ia belum merasakan keuntungan yang diharapkan. "Sudah seminggu di sini, tapi belum ada aktivitas jual beli yang berarti. Pembeli sepertinya masih belum terbiasa atau enggan masuk ke dalam. Kalau bisa, pemerintah harus memaksa pedagang lainnya untuk pindah juga supaya kita bisa sama-sama berjualan di sini. Jika masih ada yang di luar, pembeli tentu tidak akan mencari ke dalam," keluh Rosnida.
Keluhan serupa juga datang dari Ita (56), pedagang sayuran yang baru pindah tiga hari pasca-penertiban. Ita menyatakan bahwa meski fasilitas di basement jauh lebih baik dan tertata dibandingkan lokasi sebelumnya, namun minimnya pembeli menjadi kendala utama. Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memastikan bahwa area luar benar-benar steril dari pedagang kaki lima agar konsumen tidak memiliki pilihan lain selain masuk ke area basement. Ita optimistis bahwa jika seluruh pedagang sudah masuk, maka omzet akan berangsur normal kembali. "Namanya rezeki, kadang ada yang beli, kadang tidak. Tapi kalau sudah masuk semuanya, tentu nanti tergantung rezeki masing-masing. Yang penting tempatnya sudah sama-sama tertib," ungkapnya.
Fenomena ini sebenarnya mencerminkan dinamika perubahan perilaku konsumen dan pedagang di pasar tradisional. Seringkali, pedagang merasa khawatir kehilangan pelanggan tetap jika pindah ke lokasi baru yang dianggap kurang strategis. Namun, Pemerintah Kota Padang berpendapat bahwa kenyamanan pasar adalah daya tarik utama yang harus dibangun. Dengan basement yang lebih rapi, tidak becek, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, diharapkan citra Pasar Raya akan berubah dari kawasan yang kumuh menjadi destinasi belanja yang representatif.
Strategi penataan ini juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemko Padang untuk merevitalisasi pusat ekonomi kota. Revitalisasi tidak hanya menyangkut fisik bangunan, tetapi juga manajemen pedagang yang harus disiplin. Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika dalam waktu dekat masih ditemukan pedagang yang melanggar, maka tindakan tegas akan terus ditingkatkan.
Pemerintah juga mengharapkan dukungan dari masyarakat selaku pembeli untuk membiasakan diri berbelanja di dalam area yang telah ditentukan. Sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa pusat kebutuhan pokok seperti sayur dan buah kini berada di Basement II. Pihak Dinas Perdagangan juga berencana akan memasang penunjuk arah yang lebih jelas agar konsumen tidak kesulitan menemukan lokasi pedagang.
Secara teknis, penataan pedagang di Basement II ini juga bertujuan untuk meminimalisir kemacetan di kawasan pasar. Sebelumnya, keberadaan pedagang di badan jalan seringkali menyebabkan akses lalu lintas tersendat dan menimbulkan kesemrawutan. Dengan memindahkan mereka ke dalam bangunan, diharapkan badan jalan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga mobilitas warga di kawasan pusat kota Padang menjadi lebih lancar.
Proses transisi ini memang memerlukan waktu dan kesabaran. Namun, dengan ketegasan yang ditunjukkan oleh Wali Kota Fadly Amran, diharapkan para pedagang dapat memahami bahwa kebijakan ini pada akhirnya bertujuan untuk kebaikan bersama. Keadilan bagi pedagang yang sudah patuh harus dijamin oleh pemerintah dengan menertibkan mereka yang masih membandel di luar.
Ke depan, Pemko Padang juga berencana akan mengevaluasi kembali sarana dan prasarana di basement secara berkala. Jika masih ada kendala teknis seperti penerangan, kebersihan, atau keamanan, pemerintah berkomitmen untuk segera merespons. Sinergi antara pedagang, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya pembenahan Pasar Raya. Dengan komitmen yang kuat, harapan untuk melihat Pasar Raya Padang yang tertata, ramai, dan nyaman bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan dalam waktu dekat.
Upaya ini bukan sekadar tentang memindahkan lokasi jualan, melainkan tentang membangun budaya berdagang yang lebih profesional dan tertib di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang bertekad untuk memastikan bahwa seluruh elemen pasar, baik pedagang maupun pembeli, dapat merasakan manfaat dari penataan kawasan ini secara optimal. Fokus utama tetap pada penegakan aturan agar tidak ada kecemburuan sosial antar pedagang, sehingga iklim usaha di Pasar Raya dapat kembali bergairah dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah yang tangguh.
