Berita Terkini Indonesia
Uncategorized

Menilik Lomba Penyusunan Menu B2SA Tingkat Kota Padang Panjang

September 15, 2026 • LITOLOGI

Menilik Lomba Penyusunan Menu B2SA Tingkat Kota Padang Panjang

Kelurahan Tanah Pak Lambik (TPL) berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik setelah meraih juara pertama dalam Lomba Penyusunan Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kota Padang Panjang tahun 2026. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang ini berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (14/9/2026), dengan melibatkan 16 perwakilan kelurahan se-Kota Padang Panjang yang beradu kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian bernutrisi tinggi.

Daftar pemenang dalam ajang ini melengkapi prestasi Kelurahan TPL, di mana Kelurahan Balai-Balai sukses menempati posisi kedua, disusul oleh Kelurahan Silaing Bawah yang meraih juara ketiga. Sementara itu, untuk kategori juara harapan, Kelurahan Ngalau berhasil menduduki peringkat harapan satu, diikuti oleh Kelurahan Guguk Malimtang sebagai harapan dua, dan Kelurahan Pasar Baru sebagai harapan tiga.

Kepala Dispangtan Kota Padang Panjang, Varia Warvis, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi masak-memasak. Lomba ini merupakan instrumen strategis pemerintah daerah untuk mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya kualitas nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. "Lomba ini menjadi salah satu upaya konkret kami dalam mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya penyediaan dan konsumsi pangan yang memenuhi standar B2SA. Kami berharap, pengetahuan yang didapatkan para peserta selama proses lomba ini tidak berhenti di sini saja, melainkan dapat disebarluaskan kepada tetangga dan masyarakat luas di lingkungan tempat tinggal masing-masing," ujar Varia Warvis.

Konsep B2SA sendiri merupakan fondasi utama dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan produktif. Pangan yang beragam memastikan tubuh mendapatkan berbagai macam zat gizi, sementara unsur bergizi dan seimbang menjamin pemenuhan kebutuhan makro maupun mikro nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Tak kalah penting, aspek keamanan pangan menjadi krusial agar makanan yang dikonsumsi tidak hanya menyehatkan, tetapi juga bebas dari kontaminasi berbahaya.

Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Devi Irmayeni selaku Kepala Bidang Konsumsi Pangan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Humaira Fadila yang dikenal sebagai chef profesional sekaligus instruktur pelatihan tata boga di LPKS Pendidikan dan Pelatihan Vokasi ARA Payakumbuh, serta Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri. Para juri melakukan observasi mendalam terhadap setiap menu yang disajikan dengan parameter penilaian yang ketat. Kriteria tersebut mencakup keberagaman jenis bahan pangan, keseimbangan kandungan gizi, keamanan pangan, estetika atau kreativitas penyajian, serta seberapa optimal peserta memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di wilayah mereka.

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyusun menu. Baginya, pemanfaatan potensi pangan lokal adalah kunci utama dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga. "Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus berinovasi. Jangan terpaku pada bahan pangan pokok tertentu saja. Indonesia, khususnya Padang Panjang, memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang melimpah. Jika diolah dengan kreatif, bahan-bahan ini bisa menjadi menu yang tidak hanya sehat dan bergizi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi," jelasnya.

Lebih jauh, Ny. Maria menegaskan bahwa lomba B2SA harus menjadi katalisator bagi perubahan gaya hidup masyarakat. "Kami berharap ajang ini bukan sekadar kompetisi yang selesai setelah piala dibagikan. Ini harus menjadi sarana edukasi yang berkelanjutan. Setiap kader dan peserta diharapkan menjadi duta bagi keluarga dan lingkungan mereka untuk mulai menerapkan pola makan yang sehat, beragam, dan berbasis pada bahan pangan lokal yang mudah dijangkau," tambahnya.

Lomba B2SA ini juga menjadi cerminan dari sinergi antar-instansi dan pemberdayaan kader di tingkat kelurahan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan, Yohana Lisa, yang mendampingi jalannya acara, serta lurah se-Kota Padang Panjang bersama istri dan jajaran kader TP-PKK lainnya. Keterlibatan aktif para lurah dan kader ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan adalah prioritas yang menyentuh level akar rumput.

Pentingnya edukasi B2SA di tengah masyarakat modern menjadi sangat relevan mengingat tantangan kesehatan saat ini, seperti prevalensi stunting dan penyakit tidak menular, yang sering kali berakar dari pola konsumsi yang tidak tepat. Dengan mengonsumsi makanan yang beragam, tubuh tidak hanya mendapatkan karbohidrat, tetapi juga protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral yang seimbang. Pemanfaatan pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, talas, atau berbagai jenis sayuran dan buah-buahan lokal yang ada di sekitar rumah, merupakan strategi yang cerdas sekaligus murah untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Pemerintah Kota Padang Panjang, melalui Dispangtan, berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna menjaga konsistensi masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat. Selain lomba, edukasi mengenai pengolahan pangan yang higienis juga diberikan agar setiap menu yang disajikan benar-benar memenuhi aspek keamanan. Dengan demikian, target untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Kota Padang Panjang dapat tercapai melalui pendekatan berbasis pangan.

Ke depan, diharapkan inovasi menu yang ditampilkan oleh para pemenang, seperti dari Kelurahan Tanah Pak Lambik, dapat diadaptasi oleh warga lainnya. Kreativitas dalam menyajikan sayur, lauk, dan buah dalam satu piring yang seimbang adalah seni sekaligus ilmu yang harus dipelajari oleh setiap ibu rumah tangga. Melalui ajang B2SA ini, Kota Padang Panjang telah melangkah satu tahap lebih maju dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya nutrisi bagi masa depan bangsa. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, ketahanan pangan berbasis lokal bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan secara masif.